Majas Beserta Contohnya

Posted by Yuni Nindi Wednesday, 15 August 2012 0 comments
MAJAS
A.   Majas Perbandingan
1.   Personifikasi adalah majas yang melukiskan sesuatu dengan memberitakan sifat-sifat manusia kepada mempunyai sifat seperti manusia atau benda hidup.
contoh:
- baru 3 km berjalan mobilnya sudah batuk-batuk
- angin berbisik menyampaikan salamku padanya
2.   Metafora adalah majas perbandingan yang melukiskan sesuatu dengan perbandingan langsung dan tepat atas dasar sifat yang sama atau hampir sama.
contoh:
- raja siang telah pergi ke peraduannya
  (raja siang = matahari)
- dewi malam telah keluar dari balik awan
  (dewi malam = bulan)
3.   Eufimisme adalah majas perbandign yang melukiskan sesuatu dengan kata-kata yang lebih lembut untuk meggantikan kata-kata lain untuk sopan santun atau tabu bahasa (pantang)
contoh:
-  para tunakarya perlu perhatian yang serius dari pemerintah
-  orang ini berubah akal
4.    Alegori adalah majas perbandingan yang memperihatkan satu perbandingan utuh; perbandingan itu membentuk kesatuan yang menyeluruh.
contoh: hidup ini diperbandingkan dengan perahu yang tengah berlayar di lautan:
- suami : nahkoda
- istri : jurumudi
- gelombang : cobaan dalam kehidupan
- tanah seberang : cita-cita
5.   Hiperbola adalah majas perbandingan yang melukiskan sesuatu dengan mengganti peristiwa atau tindakan sesungguhnya dengan kata-kata yang lebih hebat pegertiannya untuk menyangatkan arti
contoh:
- harga bensin membumbung tinggi
- kakak membanting tulang demi menghidupi keluarganya
6.   Simbolik adalah majas perbandingan yang melukiskan sesuatu dengan menggunakan benda-benda lain sebagai pebandingan.
      Contoh :
- ia adalah seorang lintah darat
  (lintah darat: pemeras, pemakan riba)
7.   Llitotes adalah majas perbandingan yang melukiskan kedaan dengan kata-kata yang belawanan artinya dengan kenyataan yang sebenarnya guna merendahkan diri.
contoh:
- perjuangan kami hanyalah setitik air dalam samudera luas
8.   Alusio adalah majas perbandingan dengan menggunakan ungkapan pribahasa yang artinya sudah diketahui umum
contoh:
- ah dia itu tong kosong nyaring bunyinya

B.  Majas Pertentangan
      1.   Hiperbola adalah majas yang mengandung pernyataan yang berlebih-lebihan dengan maksud memperhebat, meningkatakn kesan dan pengaruhnya.
             Contoh :        
             Tuhanku
             Aku hilang bentuk
             Remuk
                                                                                (Dari Doa karya Chairil Anwar)
      2.    Litotes adalah majas yang mengurangi, mengecil-ngecilkan kenyataan yang sebenarnya. Tujuannya, antara lain, untuk merendahkan diri.
             Contoh :
             Kami cuma tulang-tulang berserakan
             Tapi adalah kepunyaanmu
             Kaulah lagi yang ditentukan nilai tulang-tulang berserakan
                                                                                (Dari Karawang Bekasi karya Chairil Anwar)
      3.   Ironi adalah majas menyatakan nmakna yang bertentangan dengan maksud untuk menyindir atau memperolok-olok.
             Contoh :
             Malam lebaran
             Bulan di atas kuburan
                                                                                (J.E Tatengkeng)
      4.   Paradoks adalah majas yang antar bagian-bagiannya menyatakan sesuatu yang bertentangan.
             Contoh :
             Dia tidak tahu untuk siapa dia datang
             Kemudian dia terbangun, tetapi bukan tidur sayang
                                                            (Dari Pahlawan Tak dikenal karya Toto Sudarto Bachtiar)
      5.   Antitesis adalah majas pertentangan yang menggunakan paduan kata yang berlawanan arti.
             Contoh :
             Barat dan timur adalah guruku
             Muslim, Hindu, Kristen, Budha.
             Pengikut Zen dan Tao
             Semua adalah guruku


C.  Majas Pertautan
          Majas Pertautan adalah kata-kata yang bertautan (berasosiasi) dengan gagasan, ingatan atau kegiatan panca indra pembicara atau penulisnya. Terdapat bermacam-macam asosiasi sehingga membentuk bermacam-macam majas pertautan.
1.    Metonimia atau Netonimia adalah majas yang memakai nama ciri atau nama hal yang ditautkan dengan nama orang, barang, atau hal lainnya sebagai penggantinya. Kita dapat menyebut nama pencipta atau pembuatnya jika yang kita maksudkan adalah ciptaan atau buatannya. Bisa pula kita menyebut bahan dari barang yang dimaksud.
Contoh :
Dan potret-potret pahlawan
Mengusap-usapkaren tua
Baby mortir buatan sendiri
(Dari Buku Tamu Musium Perjuangan karya Taufik Ismail)
2.    Sinekdok adalah majas yang menyebutkan nama bagian sebagai pengganti nama keseluruhannya, ataupun sebaliknya.
Contoh :
Lewat gardu Belanda dengan berani
Berlindung warna malam
Sendiri masuk kota
Ingin ngubur ibunya
                                                   (Dari Gerilya karya W.S Rendra)
             Sinekdok dibagi menjadi 2 yaitu :
a).  Sinekdok Pars Prototo adalah majas pertautan yang mengucapkan sebagian tetapi     mencakup keseluruhan.
      Contoh :
      -  Sudah 2 hari ia tidak menunjukkan batang hidungnya. (Dirinya)
      -  Setiap kepala dikenakan pajak. (Keluarga)
b).  Sinekdok Totem Proparte adalah majas pertautan yang menyebutkan keseluruhan tetapi hanya sebagian yang dimaksud.
      Contoh :
      Indonesia kembali mempertahankan Piala Thomas. (Tim Bulu Tangkis)
                   Jateng akan mempertahankan peringkatnya pada MTQ tingkat Nasional. (Tim MTQ Jateng)
3.     Alusio adalah majas yang menunjuk secara tidak langsung pada suatu tokoh atau peristiwa yang sudah diketahui bersama.
Contoh :
Hari 10 November, hujan pun mulai turun
Orang-orang ingin kembali memandangnya
(Dari Pahlawan Tak Dikenal karya Toto Sudarto Bachtiar)
4.    Elipsis adalah majas yang di dalamnya terdapat penghilangan kata atau bagian kalimat.
Contoh :
Biarkan layang-layangnya terbang ke angkasa
Dan...hilang di balik awan
(Dari Pergi karya Dinny Widya Agustiny)
5.     Inversi adalah majas yang dinyatakan oleh pengubahan susunan kalimat.
Contoh :
Kuraba mitlaliur Jepang dari baja hitam
(Dari Buku Tamu Musium Perjuangan karya Taufik Ismail )

D. Majas Perulangan
1.   Aliterasi adalah majas yang memanfaatkan kata-kata yang permulaannya sama bunyinya.
      Contoh :
      Dengarlah dendang durjana
      Lelaki tua putra Madura:
                                                          (Dari Lagu Nelayan Selat Madura karya Djuwastin Hasugian)
2.   Antanaklasis adalah majas yang mengandung ulangan kata yang sama dengan makna yang berbeda.
      Contoh :
      Pintu-pintu awan, nadi-nadi cahaya
      dan kegelapan, rimba sepi dan kejadian..
                                                          (Dari Mimpi karya Abdul Hadi W.M )
3.   Repetisi adalah majas perulangan kata sebagai penegasaan yang dirunut dalam baris yang sama.
      Contoh :
      Dalam kesunyian malam waktu
      Tidak berpawang tidak berkawan
                                                          (Dari Dibawa Gelombang karya Sanusi Pane)
4.   Pararelisme adalah majas perulangan kata yang disusun dalam baris yang berbeda.
      Contoh :
      Sunyi itu duka
      Sunyi itu kudus
      Sunyi itu lupa
      Sunyi itu lapus
5.   Kiasmus adalah majas yang berisi perulangan dan sekaligus merupakan inversi.
      Contoh :
      karena malam bukan siangnya gelombang
      dan siang bukan malamnya jalang
                                                  (Dari Orang Perahu karya Sutan Iwan Soekri Mukri)
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Majas Beserta Contohnya
Ditulis oleh Yuni Nindi
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://www.sriyuni.com/2012/08/majas-beserta-contohnya.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 comments:

Post a Comment

TEMPLATE CREDIT:
Tempat Belajar SEO Gratis Klik Di Sini - Situs Belanja Online Klik Di Sini - Original design by Bamz | Copyright of My Yhuni Blog.